Review Materi Kuliah Teknik Modulasi dan Teknik Encoding

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Halo sahabat Wisung dimanapun kalian berada. Ketemu lagi nih sama Ane. Disini ane mau kasih review tentang materi kuliah yang beru saja ane dapetin. Disamping itu, ini juga termasuk dari tugas sih. haha.
Oke, langsung saja. Mungkin kalian sudah pada tau ane mau bahas apa. Apa? Wuss.. Bener banget.. Pokok yang di judul itu aja ya. Langsung saja deh kalo gitu, check it out !

I. ENCODING
Mungkin akan lebih baik jika dimulai dari pengertiannya dulu ya.. Apa sih yang disebut dengan encoding? Encoding atau penyandian yaitu sebuah proses yang digunakan untuk mengubah sinyal ke dalam bentuk yang dioptimasi untuk keperluan transmisi data atau penyimpanan data.

Kombinasi Data Digital & Analog
1. Data digital ke sinyal digital
2. Data digital ke sinyal analog
3. Data analog ke sinyal digital
3. Data analog ke sinyal analog

Sinyal Digital

Sinyal Analog

Teknik Pengkodean & Modulasi

1. Data Digital, Sinyal Digital
Secara umum peralatan untuk mengkode data digital menjadi sinyal difital adalah sedikit lebih kompleks dan lebih mahal daripada peralatan modulator digital ke analog.

2. Data Analog, Sinyal Analog
Yang diizinkan adalah menggunakan transmisi digital modern dan peralatan sakelar.

3. Data Digital, Sinyal, Sinyal Analog
Beberapa media transmisi seperti serat optik / software yang hanya merambatkan sinyal analog.

4. Data Analog, Sinyal Analog
Ditransmisikan sebagai baseband yang mudah dan murah. Penggunaan modulasi untuk menggeser bandwidth dari sinyal baseband ke porsi lainnya dari spektrum.
Contoh Sinyal

Istilah Komunikasi Data
1. Unipolar
2. Polar
3. Rate Data
4. Durasi atau panjang bit
5. Rate Modulasi
6. Mark dan Space

1. Nonreturn To Zero (NRZ)
Nonreturn-to-zero-level (NRZ-L) yaitu suatu kode dimana tegangan negatf dipakai untuk mewakili suatu binary dan tegangan positif dipakai untuk mewakili binary lainnya
Nonreturn to zero inverted (NRZ-I) yaitu suatu kode dimana suatu transisi (low ke high atau high ke low) pada awal suatu bit time akan dikenal sebagai binary '1' untuk bit time tersebut; tidak ada transisi berarti binary '0'.

2. Multilevel Binary
Bipolar-AMI yaitu suatu kode dimana binary '0' diwakili dengan tidak adanya line sinyal dan binary '1' diwakili oleh suatu pulsa positif atau negatif yang menggunakan lebih dari dua level sinyal
Pseudoternary yaitu suatu kode dimana binary '1' diwakili oleh ketiadaan line sinyal dan binary '0' oleh pergantian pulsa-pulsa positif dan negatif.

3. Biphase
Manchester adalah suatu kode dimana terdapat suatu transisi pada setengah dari periode. Tiap bit : transisi low - high mewakili '1' dan high - low mewakili '0'.
Differential manchester adalah suatu kode dimana binary '0' diwakilkan oleh adanya transisi pada awal periode suatu bit dan binary '1' diwakili oleh ketiadaan transisi di awal periode suatu bit.

4. Modulation Rate
Modulation Rate adalah kecepatan dimana elemen-elemen sinyal terbentuk .

5. Teknik Scrambling
Serangkaian level tegangan yang tetap pada line digantukan dengan serangkaian pengisi yang akan melengkapi transisi yang cukup untuk clock receiver mempertahankan synchronisasi.

6. Bipolar with 8 zeros subtitution (B8ZS)
Oktaf dari 0 muncul dan pulsa voltase terakhir positif maka dihasilkan 8 nol oktef yang ditandai dengan 000+-0-+
Oktaf dari nol muncul dan pulsa voltase terakhir negatif maka dihasilkan 8 not oktef yang ditandai dengan 000-+0+-.


7. High-Density bipolar-3 Zeros (HDB3)
Suatu kode yang menggantikan string-string dari 4 nol dengan rangkaian yang terdapat satu atau dua pulsa atau biasa disebut kode violation.

II. MODULASI
Modulasi adalah menumpangkan frekuensi sinyal informasi pada suatu frekuensi pembawa (carrier) yang mempunyai frekuensi lebih dari sinyal informasi, dan sesuai dengan media transmisi tempat sinyal akan dikirimkan.

Tujuan Modulasi
1. Untuk memudahkan proses radiasi pada kanal komunikasi berupa udara, diperlukan antena untuk proses pemancaran/radiasi dan penerimaan sinyal.
2. Untuk memungkinkan Multiplexing
3. Mengatasi keterbatasan peralatan pembuatan peralatan pengolahan sinyal.
4. Pembagian frekuensi modulasi memungkinkan beberapa stasiun radio dan televisi.

Fungsi Modulasi :
Sinyal informasi biasanya memiliki spektrum yang rendah dan rentan untuk terganggu oleh noise. Sedangkan pada transmisi dibutuhkan sinyal yang memiliki spektrum tinggi dan dibutuhkan modulasi untuk memindakhan posisi spektrum dari sinyal data, dari pita spektrum yang rendah ke spektrum yang jauh lebih tinggi

Modulasi Analog
Modulasi analog adalah komunikasi yang mentransmisikan sinyal-sinyal analog yaitu time signal yang berada pada nilai kontinu pada interval waktu yang terdefinisikan. Macam modulasi analog adalah sebagai berikut :
1. Amplitude Modulation (AM)

Modulasi ini mempergunakan amplitudo sinyal analog untuk membedakan kedua keadaan sinyal digital. Pada AM, frekuensi dan phase sinyal adalah tetap, yang berubah-ubah adalah amplitudonya.
Amplitudo modulation adalah cara modulasi yang paling mudah tetapi mudah dipengaruhi oleh keadaan media transmisinya.

2. Frequency Modulation (FM)

Modulasi ini mempergunakan frekuensi dari sinyal analog untuk membedakan keadaan sinyal digital. Pada FM amplitudo dan phasenya tetap sedang yang berubah-ubah adalah frekuensinya. Jadi keadaan sinyal digital dibedakan atas besar kecilnya frekuensi sinyal analog. Kembali terlihat keuntungan pengiriman sinyal analog yang berbeda dari sinyal digital, karena penerima cukup mencari dua perbedaan frekuensi untuk memperoleh hasilnya. Cara modulasi ini lebih sukar dari AM, tetapi juga tidak terlalu mudah dipengaruhi oleh keadaan media transmisinya.

3. Phasa Modulation (PM)

Modulasi ini menggunakan pebedaan sudut fasa dari sinyal analog untuk membedakan kedua keadaan sinyal digital. Pada cara modulasi ini amplitudo dan frekuensi tetap, sedang fasanya yang berubah-ubah.
Cara modulasi ini yang paling baik tetapi juga paling sukar. Biasanya dipergunakan untuk pengiriman data dalam jumlah yang banyak dan dalam kecepatan yang tinggi.

Sedangkan macam modulasi digital adalah sebagai berikut :
1. Aplitude Shift Keying (ASK)
Pengiriman sinyal berdasarkan pegeseran amplitudo, marupakan suatu metode modulasi dengan merubah amplitudo. Dalam proses modulasi ini kemunculan frekuensi gelombang pembawa tergantung pada ada atau tidak adanya sinyal informasi digital. Keuntungan yang diperoleh dari metode ini adalah bit per baud (kecepatan digital) lebih besar. Sedangkan kesulitannya adalah dalam menentukan level acuan yang dimilikinya, yakni setiap sinyal yang diteruskan melalui saluran transmisi jarak jauh selalu dipengaruhi oleh redaman dan distorsi lainnya. Oleh sebab itu metode ASK hanya menguntungkan bila dipakai ntuk hubungan jarak dekat saja. Dalam hal ini faktor derau harus diperhitungkan dengan teliti, seperti juga pada sistem modulasi AM. Derau menidih puncak bentuk-bentuk gelombang yang berlevel banyak dan membuat mereka sukar mendeteksi dengan tepat menjadi level ambangnya.

2. Frequency Shift Keying (FSK)
Pengiriman sinyal melalui penggeseran frekuensi. Metode ini merupakan suatu bnetuk modulasi yang memungkinkan gelombang modulasi menggeser frekuensi output gelombang pembawa. Pergeseran ini terjadi antara harga-harga yang telah ditentukan semula dengan gelombang output yang tidak mempunya fase terputus-putus. Dalam proses modulasi ini besarnya frekuensi gelombang pembawa berubah-ubah sesuai dengan perubahan ada atau tidaknya sinyal informasi digital. FSK merupakan metode medulasi yang paling populer. Dalam proses ini gelombang pembawa digeser ke atas dan ke bawah untuk memperoleh bit 1 dan bit 0. Kondisi ini masing-masing disebut space dan mark. Keduanya merupakan standar transmisi data yang sesuai dengan rekomendasi CCITT. FSK juga tidak tergantung pada teknik on-off pemancar, seperti yang telah ditentukan sejak semula. Kehadiran gelombang pembawa dideteksi untuk menunjukkan bahwa pemancar telah siap. Dalam hal penggunaan banyak pemancar (multi transmitter), masing-masingnya dapat dikenal dengan frekuensinya. Prinsip pendeteksian gelombang pembawa umumnya dipakai untuk mendeteksi kegagalan sistem bekerja.

3. Phasa Shift Keying (PSK)
Pengiriman sinyal melalui pergeseran fase. Metode ini merupakan suatu bentuk modulasi fase yang memungkinkan fungsi pemodulasi fase gelombang termodulasi di antara nilai-nilai diskrit yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam proses modulasi ini fase dari frekuensi gelombang pembawa berubah-ubah sesuai dengan perubahan status sinyal informasi digital. Sudut fase harus mempunyai acuan kepada pemancar dan penerima. Akibatnya, sangat diperlukan stabilitas frekuensi pada pesawat penerima. Guna memudahkan untuk memperoleh stabilitas pada penerima, kadang-kadang dipakai suatu teknik yang koheren dengan PSK yang berbeda-beda.

Perubahan Sinyal Digital
1. Amplitude Shift Keying (ASK)
2. Frequency Shift Keying (FSK)
3. Phasa Shift Keying (PSK)
4. 4 Pulse Amplitude Modulation (4-PAM)
5. Quadrature Phasa Shift Keying (QPSK)
6. Quadrature Amplitude Modulation (QAM)

Oke gengs.. itulah review tentang materi teknik encoding dan modulasi. Makasih ya gengs sudah mampir dan baca-baca. Sekian dari ane.
Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Comments

Popular posts from this blog

YOU ARE MY GOOD FRIENDS

HOW TO SET A FLASHDISK TO BE A BOOTABLE BY AN APPLICATION

Review Materi Kuliah Troubleshooting Pada Server, Workstation, Switch, Kabel dan NIC