Review Materi Kuliah Transmisi Data
Assalamu'alaikum Warohmatullohi
Wabarokatuh
Halo
gengs..
Kembali
lagi nih dengan wisungyo-blog. Gimana nih kabarnya? Sehat-sehat aja kan?
Pada kesempatan kali ini ane mau
bahas tentang Transmisi Data. Review dari materi kuliah aja sih gengs.. Sengaja
ane share kesini, supaya lebih bermanfaat gitu.. Yaudah deh, langsung aja ke
materinya ya.. yuk yuk..
Terdapat 2 jenis data dan 2 jenis
sinyal hingga saat ini, yakni analog dan digital. Sehingga jenis pengiriman data
yang ada berjumlah 4, yaitu analog-to-analog, analog-to-digital,
digital-to-analog, dan digital-to-digital.
Berhubungan dengan transmisi data, data yang dikirim harus sesuai
sehingga tidak ada kesalahan (error detection). Error detection yang mungkin
terjadi di kehidupan sehari-hari adalah pada saat pengiriman data. Dikarenakan
transmisi yang dilakukan tidak sesuai sehingga file yang terkirim
rusak/corrupt.
Keberhasilan transmisi data dipengaruhi oleh 2 hal, yaitu :
1. Kualitas
sinyal yang ditransmisikan.
Sinyal pasti
akan mendapatkan gangguan/inferensi dari luar, entah itu kecil maupun besar. Contohnya
adalah hujan, petir, dll. Apabila sinyal terganggu, maka risikonya adalah data
yang dikirimkan akan berubah dan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Sehingga sebisa
mungkin perlindungan atas inferensi tersebut perlu dilakukan atau paling tidak
dikurangi.
2. Karakteristik
media transmisi.
Media transmisi
adalah alat yang digunakan untuk mentransmisikan data. Pemilihan yang tepat
terkait media transmisi ini menjadi begitu penting. Karena akan menimbulkan
masalah apabila media transmisi yang diterapkan tidak sesuai dengan yang
seharusnya. Semisal dibutuhkan media transmisi yang tahan terhadap cuaca luar
(outdoor) dan kemudian media transmisi yang digunakan adalah kabel UTP. Dengan
ini pastinya suatu saat akan terjadi masalah karena kabel UTP didesain untuk
indoor saja.
Media transmisi dibedakan menjadi 2, yaitu :
1. Hardwire
Hardwire adalah
media transmisi yang pada dasarnya dapat diraba, sebagai contoh kabel UTP,
kabel STP, kabel Coaxial, dan kabel Fiber Optik.
a.
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
Kabel jenis
ini terdiri dari dua isolasi kawat tembaga yang diatur dalam suatu spiral yang
terlindungi. Gulungan ini meminimalkan inferensi antar kabel. Kabel ini dipakai
pada sistem telepon, untuk jarak jauh dengan rate 4 Mbps atau lebih. Dengan
menggunakan kabel ini biaya yang diperlukan relatif lebih murah dan bandwidth
yang tersedia kecil.
b.
Kabel STP (Shielded Twisted Pair)
Kabel ini
tidak banyak berbeda dengan kabel UTP. Perbedaannya adalah terletak pada
sifatnya yang lebih akan lebih tahan terhadap inferensi dikarenakan kabel STP
mempunyai pelindung tambahan yang tidak disematkan pada UTP. Dengan ini kabel
STP lebih cenderung untuk keperluan outdoor atau untuk keadaan yang rawan
terhadap inferensi.
c.
Kabel Coaxial
Kabel Coaxial
terdiri dari konduktor silinder rongga luar yang memiliki suatu kawat konduktor
tunggal, kedua konduktor dipisahkan oleh bahan isolator. Kabel ini digunakan
untuk transmisi telepon dan televisi jarak jauh, televisi distribution (TV
kabel), local area network, dan short-run system links. Kabel ini tahan
terhadap inferensi karena memiliki pelindung yang cukup banyak, yaitu outer
jacket (kuliah luar), tembaga pelindung, alumunium foil pelindung dan juga
karet keras sebelum intinya.
d.
Kabel Fiber Optik
Adalah suatu
medium fleksibel tipis yang mampu menghantarkan sinar ray. Berbagai kaca dan
plastik digunakan untuk pembuatannya. Bandwidth yang tersedia lebih besar
dibandingkan kabel UTP, STP dan Coaxial.
2. Softwire
(Gelombang radio, infrared, udara, gelombang microware, dll)
a.
Gelombang Microwave
Gelombang Mikro
(microwave) merupakan bentuk gelombang radio yang beroperasi pada frekuensi
tinggi (dalam satuan gigahertz), yang meliputi kawasan UHF, SHF dan EHF.
Gelombang mikro banyak digunakan pada sistem jaringan MAN, warnet dan penyedia
layanan internet (ISP).
b.
Transmisi Satelit
Transmisi
satelit Adalah stasiun relay microwave yang digunakan untuk merangkai duaatau
lebih transmitter / receiver dari ground-based microwave yang dikenal
sebagaistasiun bumi,setiap satelit yang mengorbit akan beroperasi pada sejumlah
frekuensiyang disebut channel transponder atau transponder saja.
c.
Sinyal Inframerah
Inframerah
biasa digunakan untuk komunikasi jarak dekat, dengan kecepatan 4 Mbps. Dalam
penggunaannya untuk pengendalian jarak jauh, misalnya remote control pada
televisi serta alat elektronik lainnya. Keuntungan inframerah adalah kebal
terhadap interferensi radio dan elekromagnetik, inframerah mudah dibuat dan
murah, instalasi mudah, mudah dipindah-pindah, keamanan lebih tinggi daripada
gelombang radio. Kelemahan inframerah adalah jarak terbatas, tidak dapat
menembus dinding, harus ada lintasan lurus dari pengirim dan penerima, tidak
dapat digunakan di luar ruangan karena akan terganggu oleh cahaya matahari.
d.
Gelombang Radio
Perbedaan
dengan microwave bahwa radio adalah segala arah sedangkan microwave adalah
terfokus. Dengan demikian tidak diperlukan antena berbentuk parabola dan tidak
perlu diletakkan pada jurusan yang tepat, digunakan pada band VHF dan UHF : 30
MHz sampai 1 GHz termasuk radio FM dan UHF dan VHF televisi, untuk komunikasi
data digital digunakan packet radio. Paling terpengaruh oleh hujan, petir dan
keadaan alam.
Terminologi Transmisi Data
1. Point to
point
2. Multipoint
Model Transmisi Data
1. Model
Transmisi Serial
2. Model
Transmisi Paralel
Kecepatan Transmisi
1. Kecepatan
Transmisi Serial
2. Kecepatan
Transmisi Paralel
3. Baud
per-second (bps)
Model Transmisi
1. Asinkron
2. Sinkron
Deteksi Error
Deteksi error adalah suatu proses pelacakan kesalahan yang
dilakukan pada saat data berada dalam proses transmisi.
Kesalahan disini adalah perubahan satu bit atau lebih dari satu
bit (burst error) yang tidak direncanakan.
Error
Checking Method
1. Parity Check
a.
Even parity
Metode ini biasa dipergunakan dalam transmisi data secara asynchronous,
pada metode ini sebelum paket data dikirim, setiap paket data di cek apakah
jumlah ‘1’ berjumlah ganjil atau genap, jika paket data berjumlah genap maka
bit parity akan tetap 0 sedangkan jika jumlah ‘1’ ganjil maka bit parity akan
menjadi 1 sehingga jumlah bit menjadi genap. Proses penghitungan ini menggunakan
XOR gate.
b.
Odd parity
Metode ini biasa dipergunakan dalam
transmisi data secara synchronous, pada metode ini sebelum paket data dikirim,
setiap paket data di cek apakah jumlah ‘1’ berjumlah ganjil atau genap, jika
paket data berjumlah genap maka bit parity akan menjadi 1 sehingga jumlah bit
‘1’ menjadi ganjil sedangkan jika jumlah ‘1’ sudah ganjil maka bit parity
akan tetap menjadi 0.
2. Checksum
Pada Metode checksum, pengecekan dilakukan
dengan melakukan penjumlahan pada sekumpulan data dan kemudian mengcomplement
jumlah tersebut, kemudian hasil complement tersebut/checksum ditambahkan pada
data sebagai sebuah karakter.
Pada reciever, akan dihitung ulang
checksum-nya dan dilakukan perbandingan nilai/jumlah data yang dikirimkan
dengan checksum. Bila terjadi perbedaan nilai antara kedua nilai ini, maka
terjadi kesalahan/error dalam pengiriman data.
3. Cyclic
Redundancy Check
Teknik CRC ini adalah salah satu jenis
pengkodean yang biasanya dikenal dengan pengkodean Cyclic. Dalam metode
pengkodean CRC terdapat 3 parameter utama yang terlibat di dalam sistem yaitu:
Pesan data sebagaimana halnya pada
pengkodean blok linier panjang dari pesan data disimbolkan sebagai k bit.
Bit tambahan (redudancy bit) dengan
panjang m bit,panjang m=nk.
Generator yang akan digunakan sebagai
acuan baik bagi sisi pengirim maupun sisi penerima,panjang generator
disimbolkan sebagai g,dengan panjang g=m+1 bit.
4. Kode Haming
Dalam penanganan kesalahan (error
handling) bit terkirim tahapan utama dalam penerimaan data adalah deteksi
kesalahan bit terkirim, selanjutnya dilakukan koreksi terhadap kesalahan
(error).
Perbaikan data bisa dilakukan oleh
penerima atau pengirim melalui permintaan pengiriman ulang data, permintaan ini
melalui sinyal NAK dari penerima ke pengirim.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa
proses deteksi kesalahan melalui bit yang ditambahkan (redundant bit) ke dalam
data, dengan metode pengkodean tersebut dapat ditentukan kesalahan bitnya.
Sistem pengkodean yang lain yang dapat digunakan
dalam komunikasi data adalah kode Hamming.
Sinyal Data
Data adalah komponen
yang mengandung suatu informasi yang akan ditransmisikan. Menurut
karakteristiknya, data dibagi menjadi 2 yaitu data analog dan digital.
Data analog merupakan
data dalam bentuk gelombang kontinyu dalam beberapa interval.
Data digital merupakan
data yang memiliki nilai-nilai yang berlainan dan memiliki ciri-ciri
tersendiri.
Oke gengs..
Cukup itu review
materi transmisi data kali ini. Makasih ya gengs sudah mau menyempatkan
membaca. Jangan sungkan untuk coret-coret dibawah ya.. Ane akan sebisa
mungkin menjawab jika memang perlu untuk dijawab.
Wassalamu'alaikum
warohmatullohi wabarokatuh
Comments
Post a Comment